BCG
Imunisasi
BCG melindungi sebagian besar anak selama paling sedikit 15 tahun. BCG biasanya
diberikan sebelum akil balik. Anak akan mendapat tes kulit yang akan
memperlihatkan apakah ia telah memiliki kekebalan atau belum. Jika belum, ia
harus divaksinasi. Orang dari segala usia boleh divaksinasi jika meraka telah
berkontak dengan seorang penderita tuberkulosis. Sebuah benjolan kecil
berkembang pada tempat vaksinasi sekitar 2 sampai 6 minggu setelah penyuntikan.
Benjolan ini menciut setelah kurang lebih 2 bulan dengan meninggalkan parut
kecil. Jika benjolan ini meleleh, tutupi dengan kasa kering yang tidak kedap
air.
Pemberian vaksin BCG menimbulkan kekebalan aktif terhadap
penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum umur 2 bulan. BCG
ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan.
Vaksin disuntik intrakutan di daerah insersio m.
Deltideus dengan dosis untuk bayi < 1 tahun sebanyak 0,05 ml dan untuk anak
0,10 ml. Pada bayi perempuan dapat diberikan suntikan di paha kanan atas.
Kemasan yang dibuat Biofarma berupa ampul 80 dosis bayi
dan 4 ml pelarut NaCL 0,9%. Kandungan vaksin terdiri dari bakteri hidup yang
dilemahkan dari biakan Bacillus Calmette-Guerrin 50.000-1 juta partikel per
dosis. Secara fisik berupa vaksin beku kering tahan beku, stabilitas terhadap
panas sedang. Setelah dilarutkan mudah rusak bila kena panas atau kena sinar
matahari. Vaksin disimpan dalam lemari es suhu 2-8OC dengan masa
kadaluarsa 1 tahun dan harus terlindung dari sinar matahari langsung atau tidak
langsung. Setelah vaksin dilarutkan harus segera dipakai dalam waktu 3 jam.
Kontraindikasinya pasien dengan imunokompromis (leukemia,
pengobatan steroid jangka panjang, dan infeksi HIV). Reaksi yang mungkin
terjadi:
a. Reaksi lokal yang terjadi 1-2 minggu setelah penyuntikan
berupa indurasi dan eritema di tempat suntikan yang berubah menjadi pustula
kemudian pecah menjadi ulkus, dan akhirnya menyembuh spontan dalam waktu 8-12
minggu dengan meninggalkan jaringan parut.
b. Reaksi regional berupa pembesaran kelenjar aksila atau
servikal, konsistensi padat, tidak nyeri tekan, tidak disertai demam yang akan
menghilang dalam waktu 3-6 bulan.
Komplikasi yang dapat
terjadi berupa abses di tempat suntikan karena suntikan terlalu dalam
(subkutan). Abses bersifat tenang (cold abcess) dan akan menyembuh spontan.
Bila abses telah matang (merah, fluktuasi, dan kulit tipis) sebaiknya dialkukan
aspirasi dan jangan diinsisi. Komplikasi lain adalah limfadenitis supurativa
yang terjadi pada suntikan yang terlalu dalam atau dosis terlalu tinggi. Proses
ini bersifat tenang dan akan menyembuh dalam waktu 2-6 bulan. Bila proses ini
telah matang dialakukan aspirasi dan jangan di insisi
Komentar
Posting Komentar