TINGKAT KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP PELAYANAN PERPUSTAKAAN
BAB
I
PENDAHULUAN
Fungsi layanan
perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujuan perpustakaan itu sendiri.
Perpustakaan harus dapat memberikan informasi kepada pembaca, memberikan
kesempatan kepada pembaca untuk mengadakan penelitian, perpustakaan juga
memberikan kesempatan kepada pembacanya untuk mengadakan rekreasi dengan
membaca novel atau bahan pustaka yang sejenis agar pembaca dapat terhibur, dan
fungsi perpustakaan yang lain yaitu mengembangkan pendidikan. Para pemustaka
diharapkan dapat memanfaatkan bahan-bahan pustaka yang tersedia, baik fiksi
maupun nonfiksi. Dengan membaca pemustaka akan berpikir, mengikuti logika yang
diberikan oleh pengarang, karena pandai berlogika dan kaya pengalaman yang
diperoleh dari bacaan, kita menjadi cerdas (Martoatmojo, 2010).
Tingkat kepuasan seorang
pemustaka dapat dilihat dari banyaknya pengunjung dan peminjam bahan pustaka
yang ada di perpustakaan. Jumlah pengunjung dapat dilihat dari grafik hasil
pengunjung dalam perhari atau perminggu bahkan perbulan berdasarkan aturan main
yang ada di perpustakaan masing-masing, begitu juga dengan jumlah peminjam
bahan pustaka. Hanya yang membedakan ialah jika pengunjung belum tentu meminjam
bahan pustaka, tetapi jika peminjam bahan pustaka sudah pasti pengunjung
perpustakaan.
Perpustakaan di
lembaga pendidikan tinggi diselenggarakan untuk membantu studi mahasiswa, hal
ini dikarenakan perpustakaan perguruan tinggi berperan sebagai unit sarana
kelengkapan pusat suatu perguruan tinggi yang bersifat akademis dalam menunjang
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk kelancaran studinya, seorang
mahasiswa perlu mencari sumber belajar yang diantaranya ada di perpustakaan,
karena perpustakaan menyediakan sumber bacaan dan informasi bagi pemakainya.
Perpustakaan perguruan tinggi menyediakan koleksi berupa buku dan bahan pustaka
lainnya bagi sivitas akademikanya yakni mahasiswa, dosen, dan karyawannya.
Perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat belajar, pusat ilmu pengetahuan, dan
pusat penelitian ini seyogianya memperhatikan minat dan kebutuhan pemakainya (Sudarsana,
2010).
Perpustakaan Akademi Kebidanan
‘Aisyiyah Pontianak berdiri sejak Tahun 2006 hingga sekarang. Jumlah anggota
perpustakaan yang aktif saat ini berjumlah 423 orang yang terdiri dari tingkat
I berjumlah 111 orang, tingkat II berjumlah 162 orang, dan tingkat III berjumlah
150 orang. Jumlah koleksi yang ada di perpustakaan berjumlah 1748 judul buku
dan berjumlah 2796 eksemplar, yang terdiri dari buku penunjang mata kuliah, buku pendukung mata
kuliah, kamus, fiksi, novel, dan ensiklopedi penujang lainnya. Bagian
perpustakaan dibawahi langsung oleh Pembantu Direktur I bagian akademik. Pengelola
perpustakaan saat ini dipegang oleh satu (1) orang dengan alasan karena
Perpustakaan Perguruan Tinggi masih berjenjang Diploma III dan hanya memiliki
satu (1) bidang studi yaitu Kebidanan. Jika terjadi perubahan jenjang perguruan
tinggi seperti meningkat menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan yang mempunyai lebih
dari satu jurusan mungkin pengelola perpustakaan akan ditambah juga.
Permasalah yang ada
di perpustakaan Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak saat ini yaitu kurangnya
koleksi yang relevan dan kurangnya buku yang up to date. Buku yang up to
date sangat diperlukan bagi perpustakaan perguruan tinggi agar terciptanya tujuan
perpustakaan yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya yaitu
melakukan penelitian. Dalam melakukan penelitian sangat diperlukan buku yang
masih relevan dan terbaru agar informasi yang disampaikan pun datanya terbaru
juga. Selain itu masih kurangnya petugas pelayanan perpustakaan, dengan pelayanan
yang dilakukan oleh 1 orang tidak memenuhi kebutuhan pemustaka yang tinggi dari
kegiatan temu kembali buku.
Berdasarkan uraian masalah
di atas penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai tingkat
kepuasan pemustaka terhadap layanan perpustakaan di Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah
Pontianak Tahun 2015.
Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah tingkat kepuasan pemustaka
terhadap layanan perpustakaan di Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak Tahun
2015?.
BAB II
LANDASAN TEORI
Di
dunia perpustakaan dan kepustakawanaan dikenal dengan dua macam layanan
perpustakaan, yaitu layanan teknis dan layanan pengguna. Layanan teknis adalah
layanan yang menyangkut pekerjaan dalam mempersiapkan buku agar nantinya buku
tersebut dapat digunakan oleh pengguna perpustakaan, sedangkan layanan pengguna
adalah aktivitas perpustakaan dalam memberikan jasa layanan kepada pengguna
perpsutakaan, khususnya kepada anggota perpustakaannya. Layanan pengguna yang
diberikan itu sesungguhnya cukup banyak, namun semua layanan tersebut haruslah
disesuaikan dengan kondisi tenaga perpustakaan dan kebutuhan pengguna (Saleh.
A. A, 2011).
Dengan
mutu pelayanan yang tinggi, perpustakaan akan memperoleh banyak pembaca dan
selanjutnya akan mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat pengguna
perpustakaan. Kalau pustakawan masih belum memperoleh penghargaan dari
masyarakat berarti ia masih harus bekerja keras, berupaya agar apa yang ia
kerjakan itu berguna bagi masyarakat. Upaya untuk meningkatkan mutu layanan tidak
boleh dipisahkan dari kegiatan pustakawanan sehari-hari seperti bersikap ramah
dan berpenampilan yang baik dalam memberikan layanan kepada pemustaka, memberikan
pelayanan yang terbaik dalam temu kembali bahan perpustakaan, menyediakan
brosur yang berisi tentang keadaan perpustakaan, koleksi yang ada dan tata cara
mengakses seisi perpustakaan (Martoatmojo,
2010).
Layanan
teknis disetiap perpustakaan itu berbeda-beda, setiap layanan teknis yang
diberikan itu harus disesuaikan dengan jenis perpustakaannya. Jika di
perpustakaan perguruan tinggi maka layanan teknis harus disesuaikan dengan
program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan dari terselenggaranya perpustakaan
ini adalah untuk menunjang terlaksananya program pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat, sehingga dalam mempersiapkan buku harusnya yang
sesuai dengan kemajuan zaman (up to date).
Penelitian
ini menggunakan teori kualitas layanan yang dikemukakan oleh Yamit (2004) dalam Supriyana (2008) menyatakan
bahwa terdapat lima dimensi yang digunakan oleh pelanggan dalam mengevaluasi
kualitas pelayanan. Kelima dimensi kualitas pelayanan tersebut adalah (1) Reliability (kehandalan) yaitu kemampuan
organisasi atau perusahaan untuk memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan
serta sesuai dengan yang telah dijanjikan, (2) Responsiveness (daya tangkap) yaitu keinginan para staf untuk
membantu para pemakai dan memberikan pelayanan dengan tanggap, (3) Assurance (jaminan) yaitu mencakup
kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf, bebas
bahaya, resiko ataupun keragu-raguan, (4) Empathy
(empati) yaitu meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang
baik, dan dengan tulus terhadap kebutuhan pemakai, dan (5) Tangibles (bukti langsung) yaitu meliputi fisik, perlengkapan,
pegawai dan sarana komunikasi.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif
dengan pendekatan survei. Metode pendekatan deskriptif adalah suatu metode yang
dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang
suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2010).
Populasi
adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan diteliti. Populasi
yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berkunjung
ke perpustakaan setiap jam kerja perpustakaan. Sedangkan Sampel adalah objek
yang diteliti dan dianggap mewakili dari seluruh populasi (Notoatmodjo, S.
2010). Menurut Arikunto (2006) menyatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari
100 maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian
populasi.
Tetapi
jika jumlahnya lebih besar dari pada 100, maka dapat diambil antara 10
sampai 15% atau 20 sampai 25% atau lebih. Dikarenakan populasi dalam penelitian
ini berjumlah 423 responden, maka peneliti mengambil 10% dari jumlah populasi
yaitu 42 responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini.
Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non random sampling
yaitu dengan menggunakan teknik accidental
sampling. Teknik accidental sampling
ini dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau
tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian.
Dalam
mengolah data penelitian ini digunakan analisis deskriptif yang bersifat
kualitatif, yaitu dengan cara mengelompokkan jawaban dari kuesioner menurut
kriteria yang ada dan hasil dari masing-masing jawaban pertanyaan dijumlahkan
kemudian dari hasil tersebut dicari persentasenya dan dianalisis. Menurut Machfoedz,
(2010) rumus persentase adalah:
P
|
=
|
F
|
x
|
100%
|
N
|
Keterangan:
P =
Persentase
F = Frekuensi data
N = Jumlah
sampel yang diolah
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner, kuesioner disebarkan sesuai teknik pengambilan sampel.
Upaya mengetahui tingkat kepuasan pemustaka terhadap perpustakaan, maka data yang didapat akan disajikan dalam bentuk tabel dan akan dinarasikan yaitu sebagai berikut:
1. Penilaian terhadap koleksi perpustakaan
No. | Uraian | Tanggapan Responden | Jumlah | % | |||||
Sangat Puas | % | Puas | % | Kurang Puas | % | ||||
1 | Kelengkapan koleksi buku dan terbitan berkala | 3 | 7,14 | 30 | 71,43 | 9 | 21,43 | 42 | 100 |
2 | Kemudahan menemukan koleksi | 2 | 4,76 | 27 | 64,29 | 13 | 30,95 | 42 | 100 |
3 | Kerapian penataan koleksi | 8 | 19,05 | 24 | 57,14 | 10 | 23,81 | 42 | 100 |
Sumber : Data olahan Tahun 2015
Dari tabel di atas mengenai penilaian terhadap koleksi perpustakaan didapati 30 responden (71,43%) menyatakan puas mengenai kelengkapan koleksi buku dan terbitan berkala, dan didapati 2 responden (4,76%) menyatakan sangat puas mengenai kemudahan menemukan koleksi.
Hasil yang diperoleh bahwa sebagian besar (71,43%) menyatakan puas dengan kelengkapan koleksi buku dan terbitan berkala seperti majalah yang ada sudah cukup lengkap, dan diusahakan agar mempersiapkan buku-buku lain sebagai penunjang perkuliahan. Demikian juga pendapat tentang kemudahan menemukan koleksi, sebagian besar (64,29%) merasa puas. Buku sudah disusun berdasarkan kelompok jenis buku dalam satu rak buku, dan diberi kode atau tanda penunjuk disetiap rak-rak agar buku yang disimpan tersebut mudah untuk ditemu kembali buku yang diperlukan. Demikian juga tanggapan terhadap kerapian penataan koleksi, sebagian besar (57,14%) menyatakan puas. Penataan koleksi disusun dalam rak secara rapi, dan diatur sesuai dengan tinggi suatu buku tersebut.
2. Penilaian terhadap pengadaan dan fisik koleksi perpustakaan
No. | Uraian | Tanggapan Responden | Jumlah | % | |||||
Sangat Puas | % | Puas | % | Kurang Puas | % | ||||
1 | Buku up to date | 2 | 4,76 | 17 | 40,48 | 23 | 54,76 | 42 | 100 |
2 | Keragaman jenis buku | 6 | 14,29 | 25 | 59,52 | 11 | 26,19 | 42 | 100 |
3 | Kondisi fisik buku | 15 | 35,71 | 21 | 50,00 | 6 | 14,29 | 42 | 100 |
4 | Kualitas buku | 10 | 23,81 | 27 | 64,29 | 5 | 11,90 | 42 | 100 |
5 | Kerapian penyampulan buku | 21 | 50,00 | 20 | 47,62 | 1 | 2,38 | 42 | 100 |
Sumber : Data olahan Tahun 2015
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden (54,76%) menyatakan kurang puas terhadap kebaruan (up to date) buku yang ada. Buku yang up to date sangat diperlukan bagi perpustakaan perguruan tinggi agar terciptanya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya yaitu melakukan penelitian. Dalam melakukan penelitian sangat diperlukan buku yang masih relevan dan terbaru agar informasi yang disampaikan pun datanya terbaru juga. Penyebab terjadinya hal ini karena ketersediaan anggaran yang terbatas.
Berkaitan dengan keragaman jenis buku, sebagian besar responden (59,52%) menyatakan puas. Hal ini dikarenakan di perpustakaan tidak hanya menyediakan buku-buku yang mengenai pembelajaran, tetapi juga menyediakan buku fiksi, motivasi, dan kreativitas. Demikian juga tanggapan terhadap kondisi fisik buku, sebagian besar responden (50,00%) menyatakan puas. Buku-buku yang tersedia di perpustakaan tersebut merupakan buku-buku asli, sehingga keadaan fisik buku tidak mudah rusak, penjilidannya tidak mudah lepas. Demikian juga tanggapan terhadap kualitas buku, sebagian besar responden (64,29%) menyatakan puas. Kualitas buku ini meliputi ketebalan kertas, hasil cetakan, isi buku terbaca jelas dan tidak mudah sobek. Lain halnya tanggapan responden yang berkaitan dengan kerapian penyampulan buku, sebagian besar (50,00%) menyatakan sangat puas, dan 47,62% responden menyatakan puas. Buku-buku koleksi perpustakaan tersebut terawat dengan baik, semua buku diberi sampul dengan rapi, sehingga peminjam akan lebih nyaman membacanya.
3. Penilaian terhadap pelayanan petugas perpustakaan
No. | Uraian | Tanggapan Responden | Jumlah | % | |||||
Sangat Puas | % | Puas | % | Kurang Puas | % | ||||
1 | Keramahan dalam pelayanan | 18 | 42,86 | 23 | 54,76 | 1 | 2,38 | 42 | 100 |
2 | Inisiatif dalam membantu | 15 | 35,71 | 22 | 52,38 | 5 | 11,91 | 42 | 100 |
3 | Penguasaan terhadap koleksi | 7 | 16,67 | 31 | 73,81 | 4 | 9,52 | 42 | 100 |
4 | Ketersediaan petugas dalam melayani | 14 | 33,33 | 22 | 52,38 | 6 | 14,29 | 42 | 100 |
5 | Pelayanan keseluruhan | 12 | 28,57 | 26 | 61,91 | 4 | 9,52 | 42 | 100 |
Sumber : Data olahan Tahun 2015
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden (54,79%) menyatakan puas terhadap keramahan petugas perpustakaan dalam melakukan pelayanan, dan 42,86% menyatakan sangat puas. Hal ini membuktikan bahwa petugas perpustakaan telah melaksanakan tugasnya dengan baik, dan ramah dalam melakukan pelayanan. Demikian pula tanggapan terhadap inisiatif petugas dalam membantu pelanggan, sebagian besar responden (52,38%) menyatakan puas, dan 35,71% menyatakan sangat puas. Inisiatif petugas dalam membantu mencarikan buku yang diinginkan, sangat cepat. Hal ini terjadi, karena penataan koleksi buku dalam perpustakaan juga sudah rapi. Di samping itu, penguasaan petugas terhadap pekerjaannya juga sudah cukup bagus, sehingga ketika memberikan tanggapan terhadap penguasaan pekerjaan, sebagian besar responden (73,81%) menyatakan puas. Ketika memberikan tanggapan yang berkaitan dengan ketersediaan petugas, sebagian besar responden (52,38%) menyatakan puas. Padahal petugas yang melayanan perpustakaan tersebut hanya satu orang. Tetapi karena kualitas yang bersangkutan dapat memahami tentang pekerjaannya, maka dapat memberikan pelayanan yang memuaskan. Sehingga ketika responden memberikan tanggapan terhadap kualitas layanan secara keseluruhan, sebagian besar (61,91%) menyatakan puas.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Secara umum, responden merasa puas terhadap kualitas layanan perpustakaan di Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak.
2. Sebagian besar dari responden (71,43%) merasa puas terhadap kelengkapan koleksi buku dan terbitan berkala di Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak.
3. Sebagian besar dari responden (64,29%) merasa puas terhadap kualitas buku yang ada di Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak.
4. Sebagian besar dari responden (54,76%) merasa kurang puas terhadap kebaruan (up to date) koleksi buku yang ada di perpustakaan Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak.
B. Saran
1. Teoritis
Dalam penelitian ini masih didapati ketidakpuasan pemustaka terhadap layanan perpustakaan, maka penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan untuk peneliti lanjutan, khususnya yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pemustaka terhadap layanan perpustakaan.
2. Praktis
Untuk meningkatkan kualitas layanan di Perpustakaan Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak maka perlu dilakukan:
a. Mengikutsertakan pegawai atau karyawan perpustakaan dalam pelatihan kualitas layanan agar pelayanan yang ada di Perpustakaan Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak nantinya bisa meningkat.
b. Mengusulkan kepada Direktur Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak untuk melakukan pengadaan buku-buku yang up to date dan relevan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Machfoedz, I. (2010). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Bidang Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Kedokteran Disertai Contoh KTI, Skripsi, Tesis. Yogyakarta: Fitramaya.
Martoatmojo, K. (2010). Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Saleh, A. A. (2011). Manajemen Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sudarsana, U. (2010). Pembinaan Minat Baca. Jakarta: Universitas Terbuka.
Supriyana, 2008. Persepsi Pemakai Terhadap Kualitas Pelayanan Sirkulasi Di Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jawa Tengah. Yogyakarta. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. tersedia dalam http://digilib.uin-suka.ac.id/2299/1/bab%20i,v.pdf. Diakses tanggal 15 April 2015.
Komentar
Posting Komentar