KONSEP DASAR KAREKTERISTIK IBU



a.         Konsep Dasar Karakteristik Ibu
1)        Usia
Dalam kurun reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20 sampai 30 Tahun. Kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia dibawah 20 Tahun ternyata 2 sampai 5 kali lebih tinggi dari pada kematian maternal yang terjadi pada usia 20 sampai 29 Tahun. Kematian maternal meningkat kembali sesudah usia 30 sampai 35 Tahun.
2)        Paritas
Paritas adalah keadaan wanita berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Wanita dengan paritas tinggi yaitu wanita yang memiliki >2 anak dan paritas rendah yakni ≤2 anak. Paritas 2 sampai 3 merupakan paritas yang aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas tinggi (lebih dari 3) mempunyai angka kematian maternal (Walyani, 2015).
Paritas adalah jumlah kehamilan yang dilahirkan atau jumlah anak yang dimiliki baik dari hasil perkawinan sekarang atau sebelumnya.
a)         Nullipara
Seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi yang viable (hidup) untuk pertama kali.
b)        Primipara
Wanita yang telah melahirkan bayi yang viable untuk pertama kalinya.
c)         Multipara
Seorang wanita yang melahirkan bayi yang sudah viable beberapa kali, yaitu 2 sampai 4 kali.
d)        Grandemultipara
Seorang wanita yang telah melahirkan bayi yang sudah viable 10 kali atau lebih.
Persalinan yang biasanya paling aman untuk ibu yaitu persalinan yang kedua dan ketiga karena pada persalinan keempat dan kelima secara dramatis akan meningkatkan angka kematian ibu. Paritas ibu lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin dan perdarahan saat persalinan karena keadaan rahim biasanya sudah lemah.
3)        Pekerjaan
Pekerjaan yaitu sebuah aktifitas antar manusia untuk saling memenuhi kebutuhan dengan tujuan tertentu, dalam hal ini pendapatan atau penghasilan. Penghasilan tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan, baik ekonomi, psikis maupun biologis. Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi. Disini saya akan langsung menjelaskan contoh perbedaan pengertian pekerjaan dan profesi (www.seputarpendidikan.com, 2014).
Menurut Sakernas dalam Notoatmodjo (2012) menyatakan bahwa jenis pekerjaan antara lain, yaitu:
a)         Pedagang.
b)        Buruh atau tani.
c)         PNS.
d)        TNI atau Polri.
e)         Pensiunan.
f)         Wirausaha.
g)        IRT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYEBAB SUATU MAJALAH/ JURNAL TIDAK DITERBITKAN

MODEL JENDELA JOHARI

TINGKAT KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP PELAYANAN PERPUSTAKAAN